Well, everybody knows titanic film. gw udah tau dari kecil, entah dari tk atau dari kelas 1 sd, yg jelas pas masih mainan koleksi kertas file, gw udah punya 3 kertas file gambar titanic.
Setau gw titanic ceritanya tentang Rose and Jack, and the ship sank. and it's a historical tragedy of course. itu yg gw tau selama sekian taun ini. DAN! BARU HARI INI gw tau kalo Jack and Rose bukan bagian dari that history. they're fiction!
Oh my, dari dulu kalo ada film titanic di tv, even gw ga pernah nonton, gw suka sedih gitu liat iklannya atau piece of the filmn 'Jack sama Rose kasian banget, dan Jack kasian banget meninggalnya'. and they're fiction kids! oh come on!
Baru tadi gitu deh gw nonton titanic. I cried so hard when Jack had frozen. kalo gw udah tau dia unreal dari awal, gw ga bakal seheboh tadi kali nangisnya. rrr. abis itu googling the film dan baru tau they're unreal.
Ok, gw jadi inget buku Chicken Soup For The Couple's Soul. Jadi buku kumpulan love stories gitu deh.
There's a story about Mr. and Mrs. Straus, here they go.
from Chicken Soup For The Couple's Soul.
Sampai Maut Memisahkan Kita
Banyak pasangan kekasih bersumpah akan selalu bersama selamanya, sepanjang hayat maupun ketika menghadapi maut, tetapi aku belum pernah mendengar kesetiaan dan pengabdian yang dapat dibandingkan dengan kesetiaan dan pengabdian Bu Isidor Straus.
Tahun 1912, Bu Straus dan suaminya naik Titanic dalam pelayaran perdananya yang membawa maut itu. Tak banyak wanita yang tenggelam bersama kapal itu, tetapi Bu Straus adalah satu dari sedikit wanita yang tidak selamat karena alasan sederhana: Dia tidak tega meninggalkan suaminya.
Beginilah Mabel Bird, pelayan Bu Straus, yang selamat dari kecelakaan itu bercerita setelah dia diselamatkan:
"Ketika Titanic mulai tenggelam, wanita-wanita yang panik dan anak-anak adalah yang pertama-tama dipindahkan ke sekoci. Pak dan Bu Straus tampak tenang dan menghibur para penumpang, mereka bahkan menolong orang-orang naik ke sekoci.
"Kalau tidak karena mereka," kata Mabel, "aku pasti tenggelam. Aku orang keempat yang naik ke sekoci kelima. Bu Starus menyuruhku naik, lalu menyelimutiku dengan selimut hangat."
Kemudian, Pak Straus menyuruh istrinya naik menyusul pelayannya dan orang-orang lain. Bu Straus beranjak hendak naik. Satu kakinya sudah berada di dalam sekoci, tetapi tiba-tiba dia berubah pikiran, dia berbailik lalu melangkah kembali ke kapal yang sedang tenggelam.
"Sayangku, naiklah ke sekoci!" suaminya memohon.
Bu Straus lekat-lekat menatap mata pria dengan siapa dia menghabiskan sebagian besar hidupnya, pria yang menjadi sahabat karibnya, belahan jiwanya yang sejati, dan yang selalu memberi penghiburan baginya. Dia meraih tangan suaminya dan mendekapkan tubuh Pak Straus yang gemetar ke dadanya.
"Tidak," kata Bu Straus dengan gagah, seperti kemudian diceritakan orang. "Aku tidak akan naik sekoci. Kita sudah tua sekarang. Aku tidak akan meninggalkanmu. Kemana pun engkau pergi, aku ikut."
Dan begitulah mereka terlihat untuk terakhir kalinya, berdiri berpelukan di geladak: wanita yang penuh pengabdian itu dengan mantap berlindung dalam pelukan suaminya, sementara suaminya dengan penuh cinta memeluk dan melindunginya. Perlahan-lahan kapal tenggelam semakin dalam. Selalu bersama, untuk selamanya.
- Barbara De Angelis. Ph.D.
I read this for the first time waktu gw kelas 2 smp, dan gw nangis gitu bacanya, they were just so sweet, weren't they?
And this couple, definitely a true story. barusan gw googling, sedih deh:
Although Isidor was offered a seat in a lifeboat to accompany Ida, he refused seating while there were still women and children aboard and refused to be made an exception.
Ida is reported to have said, "I will not be separated from my husband. As we have lived, so will we die, together." Isidor and Ida were last seen on deck arm in arm. Eyewitnesses described the scene as a "most remarkable exhibition of love and devotion." Both died on April 15 when the ship sank at 2:20 am. Isidor Straus' body was recovered by the cable ship Mackay-Bennett and brought to Halifax, Nova Scotia where it was identified before being shipped to New York. He was first buried in the Straus-Kohns Mausoleum at Beth-El Cemetery in Brooklyn. His body was moved to the Straus Mausoleum in Woodlawn Cemetery in the Bronx in 1928. Ida's body was never found.
In the 1997 film Titanic, the Strauses are briefly depicted kissing and holding each other in their bed as their stateroom floods with water, along with a deleted scene showing Isidor (played by Lew Palter) attempting to persuade Ida (Elsa Raven) to enter the lifeboat.
Tadi pas nonton, pas scene kakek nenek di tempat tidur itu, gw juga kepikirannya sama couple yang di buku Chicken Soup ini loh.
Anyway, kalo di google sih si Mabel Bird namanya Ellen Bird deh.
How sad. sigh.
No comments:
Post a Comment