- Kahlil Gibran
His self portrait in 1911
Gw rapih-rapihin buku dikamar, dan ngeliat this book : Beloved Prophet, The Love Letters of Kahlil Gibran and Mary Haskell, yang gw beli taun 2004, tapi sampe tadi sore belom pernah kelar gw baca.
Already finished the book, and found some things interesting.
Isi bukunya surat-suratan Kahlil Gibran sama Mary Haskell dari taun 1908 sampe 1912, which is udah seratus taun yang lalu. And in one page, I found this :
Mary : "Aku telah berbicara dengan Tuhan hari ini, dan berdoa kepadanya."
Kahlil : "Apa yang engkau minta? Aku juga melakukannya."Mary : "Apa doamu?"
Kahlil : "Oh! Aku pertama kali meminta dirimu."
Mary : (Said her prayer)
Kahlil : "Doaku sangat berbeda. Aku memohon bahwa semua hal akan dijadikan abadi."
Mary : "Hal tentang diriku?"
Kahlil : "Ya."
And God approved his prayer.
And one thang :
Kahlil said to Mary : "Pernahkah engkau memandang masa sekarang melalui pandangan masa depan? Aku semakin mengerti dengan pikiran manusia sekarang, dalam beberapa perkara, kecintaannya akan harta keduniawian, reaksi, kecenderungan, motivasi kerja dan aku tahu bagaimana manusia akan memandang benda-benda seratus tahun yang akan datang mulai dari sekarang."
Dan gw berenti baca sebentar, it means today. Seratus tahun dari 1912.
Kahlil : "Aku tahu masa depan, tidak secara terperinci, tetapi secara garis besar, dan aku menerimanya.
Tak ada sesuatu pun yang akan menghentikan karyaku.
Aku bisa kehilangan kesehatanku, tetapi karyaku akan terus tercipta"
Cool! He wasn't only an artist. He also a psychic!

No comments:
Post a Comment